Selasa, 05 November 2019

#SIP EVOLUSI SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER


#SIP EVOLUSI SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER

Assalamu’alaikum wr.wb. Pada kesempatan kali ini, izinkan saya untuk menjelaskan sedikit mengenai Evolusi Sistem Informasi Berbasis Komputer. Usaha awal untuk menerapkan komputer dalam bidang bisnis terfokus pada data. Kemudian, muncul penekanan informasi dan pendukung-pendukung. Sekarang, komunikasi dan konsultan mendapat perhatian paling besar (Suryana, 2012). Evolusi Sistem Informasi Berbasis Komputer dibagi menjadi beberapa fokus, yaitu:

1.      Fokus Data (SIA/EDP)
Pada awal abad ke 20 pemakaian komputer terbatas hanya untuk aplikasi akuntansi dan digunakan nama Electronic Data Processing (EDP) yang merupakan aplikasi sistem informasi yang paling dasar dalam setiap perusahaan. sekarang kita menggunakan istilah sistem informasi akuntansi untuk menggantikan Electronic Data Processing. (Meiryani, 2019)
Menurut Suprihatin (2014) Sistem informasi akuntansi merupakan sebuah sistem yang melaksanakan akuntansi perusahaan, aplikasi ini ditandai dengan pengolahan data yang tinggi yang bertujuan untuk mengumpulkan data yang menjelaskan kegiatan perusahaan, mengubah data tersebut menjadi informasi serta menyediakan informasi bagi pemakai didalam maupun diluar perusahaan.
Rama & Jones (2008) memaparkan definisi sistem informasi akuntansi adalah sebuah subsistem yang menyediakan informasi akuntansi dan keuangan dan menelusuri sejumlah besar informasi mengenai pesanan penjualan, penjualan dalam satuan unit dan mata uang, penagihan kas, pesanan pembelian, penerimaan barang, pembayaran gaji, dan jam kerja.
Mahatmyo (2014) mendefinisikan sistem informasi akuntansi sebagai sekelompok struktur dalam sebuah entitas yang mengelola sumber daya fisik dan sumber daya lain untuk mengubah data ekonomi menjadi informasi akuntansi agar dapat memenuhi kebutuhan informasi berbagai pihak
Menurut Moscove & Simkin (dalam Fauzi, 2017) sistem informasi akuntansi adalah suatu komponen organisasi yang mengumpulkan, mengklarifikasikan, memproses, menganalisis, mengomunikasikan informasi pengambilan keputusan dengan orientasi finansial yang relevan bagi pihak-pihak luar dan pihak perusahaan.
Dari beberapa penjelasan diatas dapat disimpukan bahwa pada awal abad ke 20 pemakaian komputer terbatas hanya untuk aplikasi akuntansi dan digunakan nama Electronic Data Processing (EDP) atau yang sekarang dikenal dengan Sistem Informasi Akuntansi. Sistem Informasi Akuntansi adalah sebuah sistem yang menyediakan informasi akuntansi dan mengelola data ekonomi menjadi informasi yang dapat digunakan oleh berbagai pihak baik pihak luar maupun pihak perusahaan.
Model Sistem Informasi Akuntansi


2.      Fokus Informasi (SIM)
Konsep penggunaan komputer untuk mendukung sistem informasi manajemen mulai diperkenalkan pada tahun 1964 oleh para pembuat komputer. Konsep SIM menyadari bahwa aplikasi komputer harus diterapkan untuk tujuan utama menghasilkan informasi manajemen (Meiryani, 2019)
Menurut Leod (dalam Suprihatin, 2014) Sistem Infomasi Manajemen adalah sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi pemakai dengan kebutuhan yang serupa.
Menurut Davis (dalam Suprihatin, 2014) sistem informasi manajemen adalah integrasi manusia/mesin guna menyediakan informasi untuk mendukung fungsi operasional manajemen&pengambilan keputusan pada suatu organisasi.
Rama & Jones (2008) memaparkan definisi sistem informasi manajemen sebagai suatu sistem yang menangkap data tentang suatu organisasi, menyimpan dan memelihara data, serta menyediakan informasi yang berguna bagi manajemen.
Gaol (2008) mendefinisikan sistem informasi manajemen sebagai sebuah sistem yang memberikan dukungan informasi dan pengolahan untuk fungsi manajemen dalam rangka pengambilan keputusan.
Dari beberapa penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa konsep penggunaan komputer untuk mendukung sistem informasi manajemen mulai diperkenalkan pada tahun 1964. Sistem Informasi Manajemen adalah sebuah sistem berbasis komputer yang berguna untuk menyediakan berbagai informasi untuk memberikan dukungan informasi dalam rangka pengambilan keputusan.
Model Sistem Informasi Manajemen


3.      Fokus pada Pendukung Keputusan (SPK)
Sistem informasi manajemen terus berkembang dalam menghadapi kelemahan-kelemahannya, muncul pendekatan baru dengan nama Decision Support Systems (DSS), yaitu sistem penghasil informasi yang ditujukan pada suatu masalah tertentu yang harus dipecahkan oleh manajer (Meiryani, 2019).
Suprihatin (2014) memaparkan definisi sistem pendukung keputusan sebagai sebuah sistem komputer yang interaktif yang membantu pembuatan keputusan dalam menggunakan dan memanfaatkan data dan model untuk memecahkan masalah yang tidak terstruktur.
Diana (2018) mendefinisikan sistem pendukung keputusan atau biasa disebut Decision Support System (DSS) sebagai sistem informasi atau model analisis yang dirancang untuk para pengambil keputusan dan para profesional agar mendapat informasi yang akurat.
McLeod & Schell (2008) mengungkapkan definisi sistem pendukung pengambilan keputusan atau Decision Support System adalah suatu sistem yang membantu seorang manajer atau sekelompok kecil manajer untuk memecahkan suatu masalah.
Bonzcek, dkk (dalam Nofriansyah, 2015) mendefinisikan sistem pendukung keputusan sebagai sistem berbasis komputer yang terdiri dari tiga komponen yang saling berinteraksi yaitu sistem bahasa, sistem pengetahuan, dan sistem pemrosesan masalah.
Dari beberapa penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa sistem informasi manajemen terus berkembang dalam menghadapi kelemahan-kelemahannya, muncul pendekatan baru dengan nama Sistem Pendukung Keputusan atau biasa disebut dengan Decision Support Systems (DSS). Sistem Pendukung Keputusan atau Decision Support Systems (DSS) adalah sebuah sistem komputer interaktif  yang dibentuk dan dirancang untuk membuat keputusan dan memecahkan suatu masalah yang terdiri atas tiga komponen yaitu sistem bahasa, sistem pengetahuan, dan sistem pemrosesan masalah.
Model Decision Support System


4.      Fokus pada Komunikasi (Otomatisasi Kantor)
Penerapan OA (Office Automation) untuk memudahkan komunikasi dan peningkatan produktivitas diantara para manajer dan pekerja kantor lainnya melalui penggunaan alat-alat elektronik (Meiryani, 2019).
Menurut Suprihatin (2014) OA atau Office Automation adalah semua sistem elektronik formal & informal terutama yang berkaitan dengan komunikasi informal ke dan dari orang-orang di dalam maupun di luar perusahaan.
McLeod & Schell (2008) mengungkapkan definisi otomatisasi kantor atau Office Automation adalah seluruh sistem elektronik formal maupun informal yang terutama berhubungan dengan komunikasi informasi dari dan ke orang-orang di dalam maupun di luar perusahaan.
Hall & Singleton (2007) mendefinisikan otomatisasi kantor atau Office Automation adalah sistem komputer yang meningkatkan produktivitas para pekerja kantor meliputi pengolahan data, sistem manajemen basis data, program spreadsheet, serta sistem desktop building.
Menurut Ranatarisza & Noor (2013), otomatisasi kantor atau Office Automation adalah sebuah sistem yang terdiri dari penggunaan teknologi elektronik di dalam kantor atau di tempat kerja yang mencakup teknologi berbasis komputer yang memungkinkan pemrosesan berbagai dokumen dan pesan-pesan elektronik.
Dari beberapa penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa otomatisasi kantor atau Office Automation adalah sebuah sistem komputer yang bersifat elektronik formal maupun informal yang berkaitan dengan komunikasi dari orang-orang di luar maupun di dalam perusahan dan pemrosesan berbagai dokumen dan pesan elektronik guna meningkatkan  produktivitas pekerja.
Model Otomatisasi Kantor


5.      Fokus Konsultasi (Sistem Pakar)
Ide dasar dari AI adalah bahwa komputer dapat diprogram untuk melaksanakan sebagian logis yang sama seperti manusia (Meiryani, 2019).
Rosnelly (2012) mendefinisikan sistem pakar sebagai sistem komputer yang meniru semua aspek (emulates) pengambilan keputusan (decision making) seorang pakar.
Menurut Suprihatin (2014) sistem pakar adalah program komputer yang berfungsi seperti manusia yaitu memberi konsultasi kepada pemakai mengenai cara pemecahan masalah.
Wang et al (dalam Ramadhan & Pane, 2018) mengemukakan definisi sistem pakar sebagai bagian yang terdapat kecerdasan buatan yang diperuntukkan dalam pendiagnosaan kerusakan sistem dan sebagai solusi permasalahan.
Hayadi (2018) memaparkan definisi sistem pakar atau Expert System yang biasa dikenal dengan istilah Knowledge Based System sebagai suatu aplikasi komputer yang ditujukan untuk membantu pengambilan keputusan atau pemecahan persoalan dalam bidang yang spesifik.
Dari beberapa penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa sistem pakar atau Expert System atau biasa dikenal dengan Knowledge Based System merupakan ide dasar dari AI yaitu komputer dapat diprogram untuk melaksanakan sebagian logis yang sama seperti manusia. Sistem pakar yaitu suatu aplikasi dan program komputer yang didalamnya terdapat kecerdasan buatan yang melaksanakan fungsinya selayaknya manusia dalam hal meniru semua aspek (emulates) pengambilan keputusan (decision making) dan pendiagnosaan kerusakan sistem serta sebagai solusi permasalahan.
 .
Model dari Sistem Pakar

 Demikian penjelasan informasi dan beserta contoh model dari beberapa fokus evolusi sistem informasi berbasis komputer. Mohon maaf atas kesalahan dalam penyusunan dan penulisan. Wassalamu'alaikum wr.wb.







Daftar Pustaka
Diana (2018). Metode Dan Aplikasi Sistem Pendukung Keputusan. Yogyakarta: Deepublish.
Fauzi, R.A., (2017). Sistem Informasi Akuntansi (Berbasis Akuntansi). Yogyakarta: Deepublish.
Gaol, C.J.L., (2008). Sistem Informasi Manajemen. Jakarta: Grasindo.
Hall, J.A., & Singleton, T., (2007). Audit dan Assurance Teknologi Informasi 1 (ed. 2). Alih Bahasa: Dewi Fitriasari & Deny Arnos Kwary. Jakarta: Salemba Empat.
Hayadi, B.H., (2018). Sistem Pakar. Yogyakarta: Deepublish.
Mahatmyo, A., (2014). Sistem Informasi Akuntansi: Suatu Pengantar. Yogyakarta: Deepublish.
McLeod, R., & Schell, G.P, (2008). Sistem Informasi Manajemen (ed.10). Jakarta: Salemba Empat.
Meiryani, (2019). Memahami Evolusi Sistem Informasi Berbasis Komputer. https://accounting.binus.ac.id/2019/06/10/memahami-evolusi-sistem-informasi-berbasis-komputer/ diakses pada 5 November 2019.
Nofriansyah, D., (2015). Konsep Data Mining Vs Sistem Pendukung Keputusan. Yogyakarta: Deepublish.
Rama, D.V. & Jones F.L., (2008). Sistem Informasi Akuntansi 1, Edisi Ke Delapanbelas. Jakarta: Salemba Empat.
Ramadhan, P.S, & Pane, U.F.S., (2018). Mengenal Metode Sistem Pakar. Ponorogo:Uwais Inspirasi Indonesia.
Ranatarisza, M.M., & Noor, M.A., (2013). Sistem Informasi Akuntansi pada Aplikasi Administrasi Bisnis. Malang: Universitas Brawijaya Press.
Rosnelly, R., (2012). Sistem Pakar: Konsep dan Teori. Yogyakarta: Andi.
Suprihatin, W. (2014). Evolusi dan Aplikasi Sistem Informasi Berbasis Komputer. http://ayu_ws.staff.gunadarma.ac.id diakses pada 5 November 2019
Suryana D., (2012). Sistem Teknologi Informasi Jilid 2. Createspace Independent Publishing Platform: California.

 Referensi Gambar:

Minggu, 03 November 2019

#SIP SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER (CBIS)



Assalamu’alaikum wr.wb. Pada kesempatan kali ini, izinkan saya untuk menjelaskan sedikit mengenai Sistem Informasi berbasis Komputer atau biasa disebut Computer Based Information System (CBIS). Sebelum memulai menjelaskan, ada beberapa pengertian menurut beberapa tokoh mengenai definisi dari Sistem Informasi berbasis Komputer atau Computer Based Information System (CBIS), yakni sebagai berikut:

A.    Pengertian Sistem Informasi berbasis Komputer (Computer Based Information System)
Computer Based Information System (CBIS) chart

Prasetyo (2004) memaparkan sistem informasi berbasis komputer merupakan proses pengolahan data berbasis komputer.
Fatta (2018) mengungkapkan istilah CBIS atau Computer Bsaed Information System sebagai sistem informasi yang dikembangkan berbasis teknologi komputer.
Menurut Suryana (2012) sistem informasi berbasis komputer atau Computer Based Information System adalah proses memproses dan mengolah data dengan menggunakan bantuan komputer.
Menurut Hayadi dan Rukun (2018) sistem informasi berbasis komputer atau biasa disebut Computer Based Information System (CBIS) adalah sistem pengolahan suatu data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dapat dipergunakan sebagai alat bantu yang mendukung pengambilan keputusan, koordinasi, dan kendali serta visualisasi dan analisis.
Laudon & Laudon (2008) mendefinisikan CBIS atau Computer Based Information System yaitu sistem informasi untuk pemrosesan dan penyebaran informasi yang mengandalkan peranti keras dan lunak komputer.
Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa sistem informasi berbasis komputer atau Computer Based Information System adalah sebuah sistem yang bertugas untuk memproses dan mengolah suatu data agar lebih berguna dimana setiap prosesnya melibatkan bantuan teknologi berbasis komputer.

B.     Komponen Sistem Informasi berbasis Komputer

Komponen-komponen dari CBIS

Ada beberapa komponen yang merupakan organisasi dari CBIS itu sendiri. Menurut Stair (dalam Muslifudin & Oktafianto, 2016) menyebutkan beberapa komponen dari sistem informasi berbasis komputer (CBIS) yaitu:
1.      Perangkat keras, yaitu perangkat keras komponen untuk melengkapi kegiatan memasukkan data, memproses data, dan keluaran data.
2.      Perangkat lunak, yaitu program instruksi yang diberikan kepada komputer.
3.      Database, yaitu kumpulan data atau informasi yang diorganisasikan sedemikian rupa sehingga mudah diakses pengguna sistem informasi.
4.      Telekomunikasi, yaitu komunikasi yang menghubungkan antara pengguna sistem dengan sistem komputer secara bersama-sama ke dalam suatu jaringan kerja yang efektif.
5.      Manusia, yaitu personal dari sistem informasi meliputi manajer, analis, programmer, dan operator serta bertanggung jawab terhadap perawatan sistem.

C.     Tipe-Tipe dari Aplikasi CBIS
Gambar ini memberikan contoh TPS, DSS, MIS, dan ESS, yang menunjukkan tingkat organisasi dan fungsinya.

Menurut Fatta (2018) CBIS dibedakan menjadi beberapa tipe aplikasi yaitu:
1.      Transaction Processing System (TPS)
Salah satu bentuk dari TPS adalah sistem penggajian karyawan. Pada sistem penggajian karyawan memproses beberapa data diantaranya waktu kerja karyawan, dan perubahan gaji dan pengurangan karyawan. Sistem ini juga melacak uang yang dibayarkan kepada karyawan, memotong pajak, dan gaji.

Sistem Pemrosesan Transaksi adalah sistem informasi terkomputerisasi yang dikembangkan untuk memproses sejumlah besar data untuk transaksi bisnis rutin.
2.      Management Information System (MIS)
Dalam sistem yang diilustrasikan oleh diagram ini, tiga bagian dari TPS menyalurkan rangkuman data transaksi ke bagian pelaporan pada MIS pada akhir periode. Manajer mendapatkan akses ke data organisasi melalui MIS, dimana MIS berfungsi untuk menyediakan data sesuai kebutuhan yang ingin dilaporkan.

Sistem Informasi Manajemen adalah sistem informasi pada level manajemen yang berfungsi untuk mengatur perencanaan, pengendalian, dan pengambilan keputusan dengan menyediakan resume rutin dan laporan-laporan tertentu. SIM mengambil data mentah dari TPS dan mengubahnya menjadi kumpulan data yang lebih berarti serta dibutuhkan manajer untuk menjalankan tanggung jawabnya.
3.      Decision Support System (DSS)
DSS ini beroperasi pada PC yang kuat. Ini digunakan setiap hari oleh manajer yang harus mengembangkan tawaran pada kontrak pengiriman.

Decision Support System adalah sistem informasi pada level manajemen dari suatu organisasi yang mengombinasikan data dan model analisis canggih atau peralatan data analisis untuk mendukung pengambilan semi struktur dan tidak terstruktur. DSS biasanya dirancang untuk pengambilan keputusan organisasional.
4.      Expert System and Artificial Intelligence (ES dan AI)
Sistem ini mengumpulkan data dari beragam sumber internal dan eksternal dan membuatnya tersedia bagi para eksekutif dalam bentuk yang mudah digunakan.

Expert System adalah representasi pengetahuan yang menggambarkan cara seorang ahli dalam mendekati suatu masalah. ES lebih berpusat pada bagaimana mengkodekan atau memanipulasi pengetahuan dari informasi.
Hubungan antara TPS, MIS, DSS, dan ES


Demikian beberapa penjelasan mengenai Sistem Informasi berbasis Komputer atau Computer Based Information System (CBIS). Mohon maaf apabila ada salah kata atau penulisan. Terima kasih sudah membaca. Wassalamu’alaikum, wr. wb.



Daftar Pustaka
Fatta, H.A., (2018). Analisis dan Perancangan Sistem Informasi untuk Keunggulan Bersaing Perusahaan dan Organisasi Modern. Yogyakarta : Andi.
Laudon K.C., & Laudon J.P. (2008). Sistem Informasi Manajemen 2 (ed.10). Alih Bahasa: Chrismawan Sungkono & Machmudin Eka P. Jakarta: Salemba.
Muslihudin, M., & Oktafianto (2016). Analisis dan Perancangan Sistem Informasi Menggunakan Model Terstruktur dan UML. Yogyakarta: Andi.
Prasetyo D. D., (2004).Aplikasi Bisnis dan Perkantoran Menggunakan Visual Basic. Jakarta: Elex Media Computindo.
Rukun, K., & Hayadi, B.H. (2018). Sistem Informasi Berbasis Expert System. Yogyakarta: Deepublish.
Suryana D., (2012). Sistem Teknologi Informasi Jilid 2. Createspace Independent Publishing Platform: California.

Referensi Gambar:



Kamis, 10 Oktober 2019

#SIP ARSITEKTUR KOMPUTER DAN SISTEM KOGNISI MANUSIA


ARSITEKTUR KOMPUTER DAN SISTEM KOGNISI MANUSIA
Arsitektur Komputer

Kognisi Manusia

A.    Arsitektur Komputer
Ilustrasi mengenai Arsitektur Komputer
1)      Definisi Arsitektur Komputer
Gambaran sederhana Arsitektur Komputer

      Munazilin (2017) mendefinisikan arsitektur komputer sebagai bagian yang terkait erat dengan unit-unit operasional dan interkoneksi antar komponen sistem komputer dalam merealisasikan aspek arsitekturnya. Arsitektur komputer lebih cenderung pada kajian atribut-atribut (karakteristik) sistem komputer yang terkait dengan programmer.
      Menurut Arif (2019) arsitektur komputer mengacu pada atribut-atribut yang memiliki dampak langsung pada eksekusi logis suatu program.
      Suryadi (1994) memaparkan arsitektur komputer adalah desain komputer yang meliputi set instruksi, komponen hardware, dan organisasi atau susunan sistemnya.
      Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa arsitektur komputer adalah bagian-bagian, atribut-atribut, dan desain antar komponen komputer meliputi set intruksi, hardware, dan organisasi sistem yang terkait langsung dengan programmer.

2)      Bagian Arsitektur Komputer
      Menurut Suryadi (1994) ada dua bagian pokok untuk arsitektur komputer, yaitu:
a)      Instruction-Set Architecture (ISA)/ arsitektur set instruksi
ISA meliputi spesifIkasi yang menentukan bagaimana programmer bahasa mesin akan berinteraksi dengan komputer. Pada umumnya, komputer dipandang dari segi ISAnya, yang menentukan sifat komputasional komputer.
Gambaran mengenai Instruction Set Architecture (ISA)

b)      Hardware-System Architecture (HSA)/ arsitektur sistem hardware.
HSA berkaitan dengan subsistem hardware utama komputer, yang meliputi Central Processing Unit (CPU)/ unit pemrosesan sentral, sistem penyimpanan, dan input-output (I/O) system/ sistem input-outputnya (yang merupakan interface komputer terhadap dunia luar). HSA mencakup desain logis dan organisasi arus data dari subsistem, dan oleh
karenanya tingkat HSA yang luas akan menjadikan mesin dapat beroperasi secara efisien.
Skema mengenai Hardware-System Architecture (HSA)

B.     Sistem Kognisi Manusia
Gambaran mengenai Proses Kognisi

1)     
Definisi Sistem Kognisi Manusia
Skema Kognisi Manusia

     
Sebelum menjelaskan mengenai sistem kognisi manusia, terlebih dahulu akan dijelaskan beberapa definisi kognisi. Kognisi berasal dari kata cognition yang berarti berpikir. Dalam kehidupan sehari-hari, aktivitas manusia tidak terlepas dari aktivitas berpikir atau aktivitas mental yang berlangsung secara internal (Chairani, 2016).
      Reed (2011) mendefinisikan kognisi sebagai proses perolehan pengetahuan. Perolehan maupun penggunaan pengetahuan meliputi banyak keterampilan mental. Bahasan-bahasan yang dibahas diantaranya mengenai pengenalan pola, perhatian, memori, imagery visual, bahasa, pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan.
      Menurut Semiun (2006) kognisi merupakan kegiatan-kegiatan mental yang dibutuhkan dalam memperoleh, menyimpan, mendapatkan kembali, dan menggunakan pengetahuan.
      Neissner (dalam Solso, Maclin, & Maclin, 2007) memaparkan istilah kognisi mengacu pada  seluruh proses di mana input sensori diubah, dikurangi, dimaknai, disimpan, diambil kembali, dan digunakan.
      Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan kognisi merupakan proses dan kegiatan berpikir dalam rangka memperoleh, menyimpan, mendapatkan kembali, dan menggunakan pengetahuan.
      Kognisi-kognisi tersebut saling berhubungan dan menyempurnakan sehingga membentuk sistem yaitu sistem kognisi manusia.
      Kognisi manusia ditinjau dari sudut pandang perkembangan adalah hasil dari rangkaian tahap-tahap perkembangan di mulai dari sejak tahun-tahun awal permulaan pada tahap awal. Kognisi tersebut berkembang dalam bentuk peningkatan mengikuti pola-pola yang teratur sejak bayi hingga dewasa, dan beberapa kemampuan kognitif mengalami penuruan pada masa tua. (Solso, Maclin, & Maclin, 2007)

2)      Prinsip Perkembangan Kognitif Piaget
Jean Piaget (1896-1990) seorang filsuf, ilmuwan, dan psikolog perkembangan Swiss,
yang terkenal karena hasil penelitiannya tentang anak-anak dan teori perkembangan kognitif.

      Menurut Piaget, ada dua prinsip utama dalam perkembangan kognitif, yakni:
a)      Organisasi, mengacu pada sifat dasar struktur mental yang digunakan untuk mengeksplorasi dan memahami dunia. Dalam perspektif Piaget, pikiran bersifat terstruktur atau terorganisasi, kompleksitas meningkat, dan terintergrasi. Tingkat berpikir paling sederhana adalah skema (scheme) yakni representasi mental beberapa tindakan yang dapat dilakukan terhadap objek.
b)      Adaptasi, mencakup dua proses yaitu asimilasi dan akomodasi. Asimilasi yakni proses perolehan informasi dari luar dan mengasimilasinya dengan pengetahuan dan perilaku sebelumnya. Sedangkan akomodasi meliputi proses perubahan (adaptasi) skema lama untuk memproses informasi dan objek-objek baru di lingkungannya.

C.     Keterkaitan arsitektur komputer dengan sistem kognisi manusia
    Arsitektur komputer mempunyai mekanisme yang sama dengan sistem kognisi manusia. Pada sistem kognisi manusia melibatkan otak sebagai pusat sumber informasi dan mengolah informasi tersebut agar lebih mudah dipahami, sedangkan pada arsitektur komputer melibatkan komputer itu sendiri sebagai sumber penerima informasi dan kemudian mengolahnya sehingga menjadi informasi yang lebih bermanfaat.
       Seperti yang sudah dipaparkan sebelumnya bahwa arsitektur komputer merupakan bagian-bagian dari komputer meliputi set intruksi, hardware, dan organisasi sistem yang terkait langsung dengan programmer yang memiliki prinsip yang sama dengan sistem kognisi manusia.
      Sistem kognisi manusia adalah sekumpulan kognisi yang saling berhubungan dan menyempurnakan satu sama lain guna mempermudah perolehan informasi dari lingkungan luar.  Sehingga, dapat disimpulkan bahwa arsitektur komputer sangat terkait dengan sistem kognisi manusia dalam hal mekanisme perolehan informasi dan strukturnya baik dari komputer itu sendiri maupun kognisi itu sendiri.



Daftar Pustaka

Arif, M. F., (2019). Analisis dan Perancangan Sistem Informasi. Pasuruan: Penerbit Qiara Media.

Chairani, Z., (2016). Metakognisi Siswa dalam Pemecahan Masalah Matematika. Yogyakarta: Deepublish.

Reed, S. K., (2011). Kognisi: Teori dan Aplikasi. Edisi 7. Alih Bahasa: Aliya Tusyani. Jakarta: Salemba Humanika.

Munazilin, A., (2017). Arsitektur Komputer. Yogyakarta: Deepublish.

Mustapa, Z., (2018). Perilaku Organisasi Dalam Perspektif Manajemen Organisasi. Makassar: Celebes Media Perkasa.

Semiun, Y., (2006). Kesehatan Mental 3. Yogyakarta: Kanisius.

Solso, R.L., Maclin, O.H., & Maclin, M.K., (2007). Psikologi Kognitif. Edisi Kedelapan. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Susanto, A., (2011). Perkembangan Anak Usia Dini: Pengantar dalam Berbagai Aspeknya. Jakarta: Kencana.

Suryadi, (1994). Pengantar Arsitektur Komputer. Seri Diktat Kuliah. Jakarta: Gunadarma.


Sumber Gambar:

https://slideplayer.com/slide/7327785/ diakses pada 10 Oktober 2019.
http://cmap.ihmc.us/docs/theory-of-concept-maps diakses pada 10 Oktober 2019.